Indonesia Heritage Gathering 2014

Heritage is property assets and welfare of civilization. Protection and conservation of this valuable assets needs a set of efforts by entire societies. “Temu Pusaka Indonesia” (TPI) gives some opportunities for all heritage enthusiasts from all over Indonesia to meet and exchange their experience on facing the challenges in conserving and preserving heritage at their place. Besides that, through this activity we can also improve public awareness on preserving heritage and also to promote the action to protect and conserve as if to save from its vulnerability.

In 2014, Temu Pusaka Indonesia was conducted at Galeri Cemara, Jakarta with “Revitalisasi Museum Pusaka Nusantara” as the theme of the event. This topic was chosen in order to reflect or recall that nowadays museum, one of important assets in heritage conservation, needs a great attention. Museum has experienced some various development such as its collections, history of the building, and also the city where the museum located, even the heritage city itself can be a living museum where the society do the heritage conservation as part of their daily life.

 

Temu Pusaka Indonesia 2014

Pusaka (heritage) adalah aset kekayaan dan kemakmuran bersama sebuah peradaban. Perlindungan dan pelestarian aset yang bernilai ini membutuhkan rangkaian upaya dari segenap lapisan masyarakat. Temu Pusaka Indonesia memberikan kesempatan kepada para pelestari dan pemerhati pelestarian pusaka dari berbagai daerah untuk bertemu, bersilaturahmi dan saling bertukar pengalaman dalam menghadapi berbagai tantangan yang tidak sama antara daerah satu dengan lainnya. Disamping itu melalui kegiatan Temu Pusaka Indonesia kita terus bisa melakukan peningkatan kepedulian masyarakat tentang keragaman pusaka serta mendorong terus tindakan aksi yang dibutuhkan untuk melindungi dan melestarikannya, sebagaimana halnya membuka mata kita untuk menyelamatkan kerentanannya.

Pada tahun 2014 kegiatan Temu Pusaka Indonesia diselenggarakan di Jakarta yaitu di Galeri Cemara, dengan mengangkat tema “Revitalisasi Museum Pusaka Nusantara”. Topik ini diangkat untuk merefleksikan atau mengingat kembali bahwa museum sebagai aset penting dalam pelestarian pusaka memerlukan perhatian besar dalam perkembangan pembangunan saat ini. Museum dari masa ke masa mengalami berbagai perkembangan yang beragam baik dari isi koleksinya, sejarah bangunannya maupun kota dimana lokasi museum tersebut, bahkan kota pusaka sendiri bisa menjadi sebuah museum hidup (living museum) dimana masyarakatnya melakukan pelestarian pusaka sebagai bagian dari kehidupan kesehariannya.