Indonesia Heritage Gathering 2013

Heritage is property assets and welfare of civilization. Protection and conservation of this valuable assets needs a set of efforts by entire societies. “Temu Pusaka Indonesia” (TPI) gives some opportunities for all heritage enthusiasts from all over Indonesia to meet and exchange their experience on facing the challenges in conserving and preserving heritage at their place. Besides that, through this activity we can also improve public awareness on preserving heritage and also to promote the action to protect and conserve as if to save from its vulnerability.

Temu Pusaka 2013 was conducted at Lombok as a milestone to welcome the Third Decade of Gerakan Pelestarian Pusaka Indonesia. Temu Pusaka with ‘Pusaka untuk Kesejahteraan Rakyat’ theme focused on Urban and Archipelago Heritage. Lombok Island especially Kota Tua Ampenan was chosen as the locus for direct learning, both in conventional issue in preservation and how to see it as a learning process in synergizing with Jangkok River downstream. Traditional and fisherman village in Kabupaten Lombok Utara are forms of Agriculture Heritage System management. This activity was held at 12-15 September 2013.

 

Temu Pusaka Indonesia 2013

Pusaka (heritage) adalah aset kekayaan dan kemakmuran bersama sebuah peradaban. Perlindungan dan pelestarian aset yang bernilai ini membutuhkan rangkaian upaya dari segenap lapisan masyarakat. Temu Pusaka Indonesia memberikan kesempatan kepada para pelestari dan pemerhati pelestarian pusaka dari berbagai daerah untuk bertemu, bersilaturahmi dan saling bertukar pengalaman dalam menghadapi berbagai tantangan yang tidak sama antara daerah satu dengan lainnya. Disamping itu melalui kegiatan Temu Pusaka Indonesia kita terus bisa melakukan peningkatan kepedulian masyarakat tentang keragaman pusaka serta mendorong terus tindakan aksi yang dibutuhkan untuk melindungi dan melestarikannya, sebagaimana halnya membuka mata kita untuk menyelamatkan kerentanannya.

Temu Pusaka Indonesia 2013 bertempat di Lombok sebagai salah satu pijakan dalam menyongsong Dekade ke-3 Gerakan Pelestarian Pusaka Indonesia.Temu Pusaka yang bertema ‘Pusaka untuk Kesejahteraan Rakyat’ ini berfokus pada Pusaka Kota dan Desa Kepulauan. Pulau Lombok khusunya Kota Tua Ampenan dipilih sebagai lokus pembelajaran langsung, baik sebagai isu konvensional dalam pelestarian meupun melihatnya sebagai sebuah wahana pembelajaran bagaimana mensinergikannya dengan pengelolaan hilir Sungai Jangkok. Desat adat dan desa nelayan di Kabupaten Lombok Utara merupakan bentuk pengelolaan Agriculture Heritage System. Kegiatan ini dilaksanakan pada 12 – 15 September 2013.